Pada pertemuan ke-10 ini,kami mereview kembali materi-materi algoritma pemrograman yang akan diujikan di UAS nantinya. (dengan melihat contoh-contoh coding)

http://a-l-g-o-r-i-t-m-a.blogspot.co.id/ <-<-<-<- Bisa diakses untuk menambah ilmu coding.

berikut contoh coding (file,struct,sort)

#include <stdio.h>
#include <string.h>

struct Film{
char namaFilm[50];
int jam;
int rating;
}filem[5];

void view(){
int i;
for(i=0;i<4;i++){
printf(“%s %d %d\n”,filem[i].namaFilm,filem[i].jam,filem[i].rating);
}
}

void print(){
FILE *out;
out = fopen(“output.csv”,”w+”);
int i;
for(i=0;i<5;i++){
fprintf(out,”%s,%d,%d\n”,filem[i].namaFilm,filem[i].jam,filem[i].rating);
}
fclose(out);
}

void tambahFilm(int i){
char namaFilm[25];
int jam;
int rating;
do{
printf(“Masukan nama film [10..25]: “);
scanf(“%[^\n]”,namaFilm);
fflush(stdin);
}while( strlen(namaFilm) < 10 || strlen(namaFilm) > 25);

do{
printf(“Masukan jam [0..23]”);
scanf(“%d”,&jam);
fflush(stdin);
}while( jam < 0 || jam > 23);

printf(“Rating:”);
scanf(“%d”,&rating);

strcpy(filem[i].namaFilm , namaFilm);
filem[i].rating = rating;
filem[i].jam = jam;
}

int main(){
FILE *in;
int i=0;
in = fopen(“film.csv”,”r”);
if( in == NULL){
printf(“File \’film.csv’ tidak ditemukan”);
getchar();
return 1;
}else{
while( !feof(in) ){
fscanf(in,”%[^,],%d,%d\n”,filem[i].namaFilm,&filem[i].jam,&filem[i].rating);
i++;
}
view();
}
fclose(in);
tambahFilm(i);
print();
return 0;
}

A. Sorting : penyortiran atau memilih – milih, Pada struktur data sorting adalah sebuah metode untuk pengurutan data, misalnya dari yang terbesar ke data yang terkecil, yang tentunnya berguna untuk mempercepat pencarian operasi dalam daftar. Sorting di bagi menjadi dua yaitu : Ascending dan Descending.

Tipe sorting :

Simple sorting
– Bubble sort
– Selection sort
– Insertion sort

Intermedite sorting
– Quick sort
– Merge sort

1. Bubble Sort

– for didalam for
– While
– Tergolong sorting yang kompleks
– Dengan sistem membandingkan 2 index secara terus menerus

contoh algoritma :

void Bubble(int *DataArr, int n)
{
int i, j;
for(i=1; i=i; j–)
if(DataArr[j-1] > DataArr[j])
Swap(&DataArr[j-1],&DataArr[j]);
}

2. Selection Sort

– Mencari index terkecil, baru index tersebut disimpan
– Selama index yang dicek bukan yang terkecil , index tersebut tetap pada tempatnya

Contoh algorithm:

for(i=0; i<=N-2; i++){ /* N=number of data */
for(j=i; j<=N-1; j++){
Note the index of smallest value between A[j] s/d A[N-1],
Save it in variable k.
Swap A[i] with A[k].
}
}

3. Insertion Sort

– Proses Persisipan

– Bandingkan Index yg dipilih dengan index lain, jika index lain tersebut lebih besar maka index tersebut digeser

Contoh algoritma:

for(i=1; i<n; i++) {
x = A[i], insert x to its suitable place between A[0] and A[i-1].
}

4. Quick sort

-Rekursif

Contoh algoritma:

void QuickSort(int left, int right)
{
if(left < right){
//arrange elements R[left],…,R[right] that
//producing new sequence:
R[left],…,R[J-1] R[J].
QuickSort(left, J-1);
QuickSort(J+1, right);
}
}

5. Merge sort
Menyorting algoritma berdasarkan pada algoritma membagi dan mengatasi :
– Divide : membagi data masukan dalam dua himpunan penguraian
– Recur : memecah masalah yang terkait dengan subset
– Conquer : menggabungkan solusi untuk setiap bagiann dalam solusi
– Dikelompokan , baru di sort
– Putarannya lebih sedikit, jauh lebih cepat

B. Searching adalah merupakan proses yang fundamental dalam pemograman, berguna menemukan data(nilai) tertentu di dalam sekumpulan data yang bertipe sama. Fungsi pencarian itu sendiri adalah untuk memvalidasi(mencocokan) data.

1. Linear Search : cara barbar, (strcmp, dll tanpa function)

2. Binary Search: Harus diurutkan lebih besar ke kanan lebih kecil ke kiri

3. Interpolation Search : sama dengan binary hanya berbeda rumus coding

Pada pertemuan kali ini membahas tentang File Processing & Stream

Definisi Stream :

Stream adalah urutan karakter. Semua input dan output data stream.

– Ketika program C dijalankan ada 3 standard streams yang diaktifkan:
1. Standard Input Stream
Mengontrol stream input dari keyboard
2. Standard output Stream
Mengontrol stream output ke monitor
3. Standard error Stream
Mengontrol pesan error

– Definisi File
– File adalah kumpulan record (baris)
– Record adalah kumpu lan field (column)
– Field adalah blok byte
– Byte adalah kumpulan bit

jadi 1 byte adalah 8 bit

– File dan Streams:
Membuka file ordering pointer kembali ke initiator. Pointer menunjuk ke struktur data dengan tipe FILE didefinisikan dalam stdio.h

contoh stream :
Standard Input Stream(misalnnya scanf), dengan file pointer stdin
Standard output Stream (pas mau di cetak misalnya printf), dengan file pointer stdout
Standard error Stream (jika kita pelajari C#, nanti ada perror), dengan file pointer stderr

– File Definition
– Text file tersimpan dalam teks atau ASCII (American Standard Code for Information Interchange) yang merupakan suatu standard internasional.
– Ukuran penyimpanan tergantung pada data: 10000 membutuhkan 5 byte
– Dapat terbuka dengan menggunakan standar aplikasi editor teks
atau c:> TYPE nama_file

– FILE BINARY menyimpan data numerik dalam format in line dengan format yang mikro-prosesor (contoh: Format sign-magnitude 2 ‘s complement).

– Buffer Area
Buffer area adalah bagian dari memori yang digunakan sebagai ruang sementara sebelum data pindah ke sebuah file.

contoh syntax :
FILE * fp;
(hati hati karena FILE menggunakan huruf besar)
(fp adalah pointer file awal dari buffer area)

– Open File
– Membuka File menggunakan fopen ():
FILE *fopen (const char *filename, const char *mode);
contoh mode :
“r” membuka file untuk dibaca.
“w” membuat file untuk ditulis.
“A” membuka file untuk data append.
“r+” membuka file untuk membaca / menulis.
“w+” membuat file untuk membaca / menulis.
“a+” membuka file untuk membaca / tambahkan
“rb” membuka File (binary) untuk dibaca.
“wb” membuat file (binary) untuk menulis.
(kalau buat game savenya sebaiknnya pake binary yaitu “rb” atau “wb” karena tidak bisa dibuka dengan notepad biasa)

– Close File
int fclose (FILE *stream);
– fclose () didefinisikan di
– fclose () akan mengembalikan 0 jika berhasil, dan EOF jika error
– EOF (End Of File) sama dengan -1 (EOF itu dibuat otomatis)
– fclose () akan masuk ke buffer area dulu dan segera mengirimkan data yang tersisa untuk file.

– Input dan output file
– fgetc (INPUT)
– Membaca satu karakter dari dua file
– fgetc (stdin) ekuivalen dengan getchar ()
– Syntax: int fgetc (FILE *stream);

– fputc (OUTPUT)
– Menulis satu karakter ke file
– fputc (‘a’, stdout) sama dengan putchar (‘a’)
– Syntax: int fputc (int c, FILE * stream);

– fgets (INPUT)
– Syntax: char *fgets( char *string, int n, FILE *stream );
– Membaca satu baris dari sebuah file yang berakhir dengan baris baru, atau maksimum n-1 jumlah karakter.
– Kembali string jika successful dan NULL jika error

– fputs (OUTPUT)
– Menulis baris ke file
– syntax: int fputs( const char *string, FILE *stream );
– Mengembalikan nilai non-negatif jika berhasi dan EOF jika error.

– fscanf (INPUT)
– Syntax:int fscanf( FILE *stream, const char *format [, argument ]… );
– Membaca data dari file dengan format scanf.
– mengembalikan jumlah field dan read jika successful, dan EOF jika error

– fprintf (OUTPUT)
– Syntax:int fprintf( FILE *stream, const char *format [, argument ]…);
– Menulis data ke file menggunakan format printf.
– Pengembalian byte written jika nilai successful dan negatif jika error.

– fwrite
– Syntax: size_t fwrite( const void *buffer, size_t size, size_t count, FILE *stream );
– Writing a block of data in the buffer area to the file
– Return number of byte data written, and error otherwise.

– fread
– Syntax: size_t fread( void *buffer, size_t size, size_t count, FILE *stream );
– Baca ukuran blok data dari file

– feof
– Syntax: int feof( FILE *stream );
– Mencari tahu apakah pointer telah mencapai end-of-file
– Kembali 0 jika tidak berakhir end-of-file

Function and Recurtion

Modular Programing
Program biasanya di bagi kedalam modul. Modul di bahasa pemrograman C diimplementasikan dengan menggunakan function. Function adalah sekumpulan statement yang di gunakan untuk melakukan sesuatu yang spesifik.


Modul juga sering di sebut sebagai Sub-Program.Best practice in module programming:
–High Fan-In, frequently used
–Low Fan-Out, more specific functionality/ small number of job
–Self-Contained, self resource sufficientFunction in C divided in two types :
–Library function
–User-defined functionFunction Prototype

Syntax :  return-value-type  function-name ( parameter-list );
Identifier Scooping:
– Local
– Global
Recursive
adalah sebuah function yang yang di gunakan untuk memanggil function itu sendiri.
Contoh Kodingan :
#include<stdio.h>
#include<math.h>
int main() {
int i;
for(i=0; i<6; i++)
printf(“%d %f”,i,sqrt(i));
return 0;
}
Contoh Function Prototype :
#include <stdio.h>
int maximum (int x, int y){
int max = x;
if ( y > max) max = y;
return max
}
Pasing Paramenter :
#include <stdio.h>
void Line (char x ) { /* x is Formal Parameter*/
{
int i; / *i, x are Local Variable */
for (i = 1; i<=10; i++) printf(“%c”,x);
}
/*Main Program*/
void main()
{
char A = ’-’;
Line(A); /* A is Actual Parameter */
}

3 langkah sistem pemograman :

-) Input

-) Process

-) Output

Input = adalah tahap proses suatu data yang dimasukkan

Process = adalah tahap pemrosesan suatu data

Output = adalah hasil dari suatu data yang di input & process

Yang termasuk dalam input:

-) If

-) Else

-) Else if

-) Nested if

-) Switch Case

-) While

-) Do While

-) For

Yang termasuk dalam process:

-) Selection

-) Looping

-) Storage

POINTER & ARRAY

Pointer adalah variable yang dapat menyimpan alamat dari variable lain

Syntax pointer : *ptr_name;

Insialisasi pointer=

int i ,*ptr;

ptr=&i;

pointer to pointer= menyimpan alamat dari suatu pointer.

Syntax: **ptr_ptr

Inisialisasi:

Int I, *ptr, **ptr_ptr;

Ptr=&I;

Ptr_ptr=&ptr;

Array adalah suatu variable yang dapat menyimpan beberapa data yang tipe-nya sama.

Syntax : arr_name[value] //value bisa diganti dengan angka yang kita mau.

Inisialisasi:

Int B[4]={1,4,-8,9};

Mengakses array dengan pointer:

Int A[2] bisa diakses dengan printf(“%d”, A[2]);

Memberi nilai ke Array

A[6]=9;A[3]=1;

Array 2 dimensi

Syntax: type name[row][column];

1
2
3
Inisialisasi:

4
Int b[2][2]={1,2,3,4}; akan membentuk array seperti ini

Atau

Int b[2][2]={(1,2),(3,4)};

Array of pointer adalah array yang diisi oleh pointer

Type*array_name[value];

Contoh:

Int *ptr[4];

Int I;

Array of character = char arr_name[]

String adalah array karakter yang diakhiri dengan null character.

Inisialisasi : char kata[]=”BinUs”;

Materi yang diajarkan pada pertemuan ke4 adalah tentang repetition atau bisa disebut juga pengulangan, selanjunya akan dijelaskan dibawah:

1.Repetition: satu atau lebih instruksi yang diulang beberapa kali.

2.Operasi Repetition/Looping:

for
while
do-while
3.FOR

sntyax:
for(exp1; exp2; exp3) statement;

or:

for(exp1; exp2; exp3){

statement1;

statement2;

…….

}

exp1 : initialization

exp2 : conditional

exp3 : increment or decrement

exp1, exp2 and exp3 are optional

Infinite Loop:Pengulangan yang tidak ada hentinya.Dihentikan dengan menggunakan “break”.
Nested Loop:Pengulangan yang didalamnya ada pengulangan juga.
4.WHILE

Syntax :while (exp) statements;
or:

while(exp){

statement1;

statement2;

…..

}

(exp)statement:
exp adalah Boolean Expression.Hasilnya antara true(not zero) atau false(zero)
staement akan dijalankan jika bernilai ridak sama dengan 0.(true)
evaluasi “exp” dilakukan sebelum statement dijalankan.
4.DO-WHILE

Snytax :do{
;

} while(exp);

(exp)statement:
akan terus menjalankan selama statement true.
evaluasi “exp” dilakukan setelah statement dijalankan.
5.END A REPETITION

Sentinel
Break
Question,should the repetition continue?
Continue

Selection definition
Syntax:
1 .If
Fungsi “If” terjadi atau dilakukan apabila pernyataan atau syarat tersebut benar

2. If-Else
Fungsi “If-Else” terjadi apabila ada beberapa pilihan yang ada, dan di fungsi tersebut dicari fungsi yang lebih dahulu benar. ex . ada 4 pernyataan (A,B,C,D), apabila pernyataan A benar. fungsi tersebut berhenti dan menjalankan pernyataan A. Dan apabila pernyataan A salah, B salah, Dan C benar. Maka Fungsi tersebut dan akan menjalankan Pernyataan C, Begitu seterusnya.

3. Nested If
Fungsi “Nested-If” terjadi apabila ada If di dalam If tersebut. jadi didalam kasus ini ada beberapa syarat yang harus dipenuhi agar pernyataan ini bisa berjalan. ex. ada 4 pernyataan (A*A.1,A.2*,B,C,D), apabila pernyataan A benar. fungsi tersebut menjalankan pernyataan A, namun memerika pernyataan A tersebut , karena di dalam pernyataan A ada ” A.1 Dan A.2″ .dan apabila A.1 Benar, maka akan menjalankan A.1 .begitu seterusnya.

4. Switch-Case
Prinsipnya tidak beda jauh dengan “If-Else” .

5. Example (If-Else, If Else-If Else, Nested If, Switch-Case)

IF

Syntax :

If (boolean expression) statement;

Or

If (Boolean expression){

Statement 1

Statement 2

}

IF ELSE

Syntax :

If (Boolean expression) statement 1;

Else statement 2;

Or

If (Boolean expression){

Statement 1;

Statement 2;

……

}

Else{

Statement 3;

Statement 4;

}

NESTED IF

Syntax :

If (boolean expression) statement 1;

If (boolean expression) statement 2;

If (boolean expression) statement 3;

Or

If (boolean expression) statement 1;

Else

If (boolean expression) statement 2;

SWITCH CASE

Syntax :

Switch (expression) {

Case constant 1 : statement 1; break;

Case constant 2 :statement 2; break;

default:statement;

}

? : OPERATOR

Is similar to the if statement,but it returns a value.

Syntax : condition ? then – expression : else expression

You can rewrite :

if (a > b)

max_value = a;

else

max_value = b;

as

max_value = (a > b)? a : b;

ERROR TYPE

a.Compile Type : syntax error

b.Link Time : no object code at link time)

c.Run Time : (unsually by numerical operation)

d.Logical : inccorect logical flow/algo

Operator, Operand and Arithmetic

Operator : sebuah proses value yang menghasilkan value baru.
Contoh : +, -, *, /, =, !

Berdasarkan tipenya operator dapat dikelompokkan menjadi :

Assignment Operator
logical Operator
Arithmetic Operator
Symbol Functionality Example
+ Addition x = y + 6;
– Subtraction y = x – 5;
* Multiply y = y * 3;
/ Division z = x/y;
% Modulo A = 10 % 3;
++ Increment x++;
— Decrement z–;
Relational Operator
== : berfungsi untuk melihat True atau False
!= : Not equal
< : less than
: greater than
>= : greater or equal than
?: : Conditional AssignmentNB : True selalu bernilai 1 sedangkan False selalu bernilai 0
Bitwise Operator
Pointer Operator
Conditional Expressions
if(a > b) z=a;
else z=b;
statement diatas dapat ditulis z=(a > b) ? a:b

Logical Operator

Symbol Functionality
&& AND
|| OR
! NOT
^ XOR
Rumus AntiPoligami
a | b & ! (A & B) = bisa pilih a atau b dan bukan a dan b
jika a = T dan b = T
maka :
a | b & ! (A & B)
=T & !(T)
=T & F
= F
NB : Sesuatu yang = 0 bernilai False

Bitwise Operators

Symbol Meaning Example
& AND A & B
| OR A | B;
^ XOR A ^ B;
~ Complement ~A;
>> Shift Right A >> 3;
<< Shift Left B << 2;
Cara mudah menhitung bilangan Biner
Contoh carilah bilangan biner dari 15

cari 2 pangkat berapa yang hasilnya mendekati 15 (2^3)
2^3 2^2 2^1 2^0
yang paling mendekati 15 diberi bilangan biner 1
2^3 2^2 2^1 2^0
1
kurangi 8 dengan 15 = 7 cari pangkat 2 yang mendekati 7(2^2) lalu beri bilangan biner 1
2^3 2^2 2^1 2^0
1 1
kurangi lagi 7 – 4 = 3 cari lagi pangkat dua yang paling mendekati 3(2^1)
2^3 2^2 2^1 2^0
1 1 1
kurangi lagi 3 – 2 = 1 cari pangkat 2 yang mendekati 1 (2^0)
2^3 2^2 2^1 2^0
1 1 1 1
jadi bilangan biner 15 adalah 1 1 1 1

OOP atau yang disebut juga object oriented Programming itu bersifat reusable

-encapsulation = bersifat private (no access) tetapi bisa juga memberikan sebagian hak aksesnya kepada (public access) pada user lain
-inheriten = seperti hubungan bapak dengan anak (sunnah), sifat tidak harus ditunjukan dan masih dapat diperbaiki
-abstraction = sifat yang wajib diimplementasikan / tetapi bisa tidak wajib juga tergantung kondisi (banci)
-interface = sifat yang udah pasti wajib diturunkan, bisa memiliki lebih dari 1 bapak, tetapi hanya memiliki 1 bapak asli
-polymorphism = sifat yang sama dengan bapaknya tetapi sifat objek ini bisa berbeda-beda

PROBLEM > PROCESS > SOLUTION
Algoritm > Source Code > Executable Code

Pseudocode = kode program yang berbentuk kata2/tulisan yang dibuat untuk mudah dimengerti
Flowchart = berbentuk gambar / aliran source code berbentuk diagram (Start to End)

Writing Code > Compile > Execute Code > Documentation
*if syntax error while compiling back to writing code
*if it run error while execute code back to writing code

Pseudocode (tulisan agar gampang dimengerti)
-Input
-Output
-Compute
-Storing Value to an Identifier
-Compare
-Repetition

Prosedural (codingan luas – atas ke bawah)

Structure Theorem = 1. Sequence = berurutan
2. Selection = pemilihan (if,else)
3. Repetition = pengulangan (DO, while)

Apa itu bahasa C?

bahasa C adalah bahasa basic pemrogramman yang wajib dikuasai oleh seluruh programmer.
C dan C++ itu berbeda.
bahasa C hanya memiliki 1 main function saja dan case sensitive sangat berpengaruh disini
compiler C berbagai macam seperti VCExpress dan borland C

C library :

contoh structure bahasa C

main()
{
statement;
}

variable: no keyword, no space, no number